Jumat, 25 Mei 2018

MY BIRTHDAY versi Berbeda


Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana postinganku selalu diawali dengan lirik lagunya Dewi Lestari, lalu kemudian diakhiri dengan Pink Party. Tahun ini, mungkin karena bertepatan dengan Bulan Ramadhan, jadi aku memutuskan untuk melewati hari bahagia ini disalah satu Panti Asuhan. Dan kebetulan juga banyak teman-teman yang nawarin mau bantuin. Jadi, acara pun fix akan dilaksanakan di Panti Asuhan Nurul Ikhsan Kelurahan Tegal Rejo, setelah sebelumnya sempat galau juga karena satu dan lain hal. Wkwkwk, kalau ingat kejadian itu jadi pengen ngambek sama cowok-cowok kece yang bantuin.

Tapi sayangnya kita tidak bisa ikut berbuka puasa bersama anak-anak dan juga pengurus panti, karena teman-teman yang lain juga ada kegiatan buka bersama disalah satu Panti Asuhan. Jadi sore ini kita hanya sebatas nganterin makanan dan juga kue ultah, lalu foto bersama, juga doa.


Memang kesannya berbeda sih dibanding ultah yang sebelum-sebelumnya, yang lebih sering mentraktir teman dikafe, lalu ada surprise party, dapat kejutan kue ultah sampai ada empat kue, lalu diakhiri dengan make a wish dan tiup lilin. Tahun ini benar-benar berbeda. Kadang, ada satu masa dimana pemikiran dan jalan hidup kita akan berubah. Mungkin kearah yang lebih baik atau bisa jadi sebaliknya. Karena sejatinya, hidup adalah pilihan.

Harapanku diusia yang sudah sangat tua ini, yang harusnya aku sudah menikah dan punya anak tiga, hahahaha. Aku merasa sudah sangat bersyukur dengan kehidupan yang aku punya. Meski manusia memang tak akan pernah merasa puas dengan segala yang dia punya di dunia.

Ada satu kata bijak yang paling aku suka “Nikmati masa sendirimu, sebelum datang masa bersamamu. Karena apa yang kamu lalui saat sendiri, belum tentu akan terulang saat kamu sudah hidup bersama nanti
Dan aku akan menikmati masa sendiri ini, dengan meraih mimpi. Mewujudkan segala obsesi. Hidup ini bagai misteri. Dan kita tak pernah tau apa yang akan terjadi nanti.

Dan ada satu kata bijak lagi, “Ketika wanita masih muda, ia akan menginginkan lelaki tampan. Ketika mulai beranjak mendewasa, ia akan mendambakan lelaki mapan. Namun ketika ia sudah mengetahui dunia dan belajar agama, maka ia akan mengharapkan lelaki beriman”
Dan aku, akan memilih menjadi wanita yang terakhir itu. Dan semoga kamu, yang akhir-akhir ini telah banyak merubah jalan pikiranku, akan ditakdirkan bersama disatu waktu. Amin.


Rabu, 18 April 2018

Launching Novel "DONGENG SANG BARBIE"


Akhirnya…..
Pertama, akhirnya ada tulisan lagi diblog yang mungkin sudah berdebu bercampur sarang laba-laba ini, mengingat postingan terakhir lima bulan lalu.
Kedua, akhirnya…setelah dua tahun berlalu, tahun ini bisa Launching Novel Terbaru lagi. Yeaay…!!

Setelah Launching Novel ke-16 “Bintang dalam Hati” akhir November tahun 2015, nyaris tidak ada momen berkesan lagi. Tapi bukan berarti aku tidak menulis di dua tahun terakhir ini. Tahun 2016 Novelku yang ke-17 dengan judul COMPLICATED diterbitkan online oleh Penerbit Noura Books, hanya saja aku tidak mengadakan Launching, karena Novelnya hanya dalam bentuk e-book. Dan tahun 2017, aku menulis satu Novel dengan judul “Dongeng Sang Barbie” untuk mengikuti Lomba Menulis Novel Remaja bergenre Romance. Hanya saja Novel itu tidak menang, dan akhirnya aku revisi kembali, hingga kemudian, setelah melalui pertimbangan, aku putuskan untuk menerbitkannya secara Self Publishing.

Launching kali ini bertema “Meet and Greet” di Kedai Kopi. Acaranya juga sangat sederhana, jauh dari kesan mewah seperti Launching Bintang Dalam Hati yang sempat menyewa jasa EO dan banyak menampilkan kegiatan seni berupa puisi dan music accoustik. Kali ini aku lebih fokus pada sharing dengan tamu undangan yang hadir, yang khususnya mereka adalah pegiat literasi.

Launching kali ini dilaksanakan di Kedai KITA KOPI pada hari Rabu, 18 April 2018 pukul 19.30 WITA. Diawali dengan pembacaan profilku sebagai penulis, lalu aku membacakan Puisi yang Terpilih dalam Lomba Perempuan Indonesia Bersajak dengan judul “Perempuan Yang Dikhianati”. Setelah itu dilanjutkan dengan Talkshow, sesi tanya jawab dan penyerahan secara simbolis Novel Dongeng Sang Barbie pada Komunitas Poso Babaca dan pada Ibu Yul Djamorante selaku Vocal Point Institute Sikola Mombine sekaligus mewakili Yayasan Panorama Alam Lestari Poso. Juga Bapak Darwis selaku pimpinan Poso Media Center.






Novel ini bercerita tentang seorang perempuan bernama Barbie yang begitu terobsesi pada dunia dongeng. Hampir setiap manusia, terlebih para perempuan di dunia, pasti pernah memimpikan sebuah kehidupan layaknya kisah di negeri dongeng. Menjadi seorang putri yang tinggal di istana megah, memiliki keluarga yang menyayangi, bertemu dengan pangeran tampan, kaya-raya, setia, lalu meraih ending kisah bahagia selama-lamanya.
Tapi hidup bukanlah sebuah dongeng yang selalu berakhir bahagia. Dimana akan selalu ada Peri baik hati yang akan mengubahmu menjadi sang Putri. Atau kekuatan tongkat sihir yang bisa membuat segala penderitaan berakhir. Hidup tak sesederhana sebuah cerita, yang menjadi pengantar tidur anak-anak manusia. Hidup adalah perjalanan. Dan kebahagiaan harus diperjuangkan.




Aku berharap acara kali ini bisa menginspirasi kaum remaja, khususnya mereka para pegiat literasi. Life is not a fairy tale, karena itu ciptakan dongeng hidupmu sendiri, bukan berdasarkan fantasi orang lain. Sama halnya dengan tulislah kisahmu sendiri yang bisa menginspirasi orang lain. Karena kebahagiaan tersendiri bagi seorang penulis adalah ketika tulisannya bisa menginspirasi, bahkan memotivasi orang lain, sekalipun mereka tidak saling mengenal, bahkan belum pernah bertemu. Semoga novel ini bisa menginspirasi kita semua, untuk bisa menghasilkan karya yang lebih baik lagi.

Rabu, 27 Desember 2017

RESOLUSI TAHUN 2018



Tak terasa Desember hampir berakhir. Dan 2018 kini sudah didepan mata. Apa kabar Resolusi?? Saatnya untuk flash back. Sebuah ritual paling menegangkan setiap tahunnya. Tapi selalu berhasil membuat exicted
Ini dia Resolusi yang pernah aku buat diawal tahun 2017 yang lalu…

Resolusi Pertama,
Pengen menjadi sosok wanita Muslimah, yang lebih baik lagi. Insya allah bisa berjilbab Syar’i. Insya Allah. Amin
Sampai sekarang belum terwujud. Tapi semoga tahun ini bisa kembali berproses. Doakan saja.

Resolusi Kedua,
(Masih) Pengen mengumpulkan Piagam Menulis sebanyak-banyaknya, terutama yang Tingkat Nasional
Tahun ini aku lumayan banyak mengumpulkan Piagam Menulis. Dua Piagam Puisi Tingkat Nasional, Satu Piagam Menulis Tema Jepang. Dan yang paling aku suka, Piagam Tingkat Asia Tenggara

Resolusi Ketiga,
Pengen menerbitkan Satu Buku Kumpulan Puisi dan serius menyiar di Radio
Buku Kumpulan Puisinya belum kelar-kelar sampe sekarang. Tapi tahun ini aku berhasil menjadi Best Announcer dalam rangka HUT RI. Piagam pertamaku sebagai seorang Announcer. Happy

Resolusi Keempat,
Pengen Menjadi Penulis Terkenal dan Roadshow dibeberapa Daerah. Hahahaha, mimpinya ketinggian… #Abaikan
Belum terwujud. Tapi kayaknya bakal segera terwujud. Aminn.. Hahaha #Abaikan

Resolusi Kelima,
Pengen Kuliah lagi jika memungkinkan
Sebenarnya pengen banget. Tapi belum bisa, bukannya belum mau. Karena Ijazah S1 aku masih harus penyesuaian dulu baru bisa lanjut S2. Kayaknya masih lama, mungkin dua tahun lagi baru bisa lanjut kuliah. Semoga masih tetap semangat.

Resolusi Keenam,
Pengen bertemu Pangeran Impian dan menikah dengan Pink Party. Bhuahaha (ketawa sampai copot kepala)
Hahaha… No Comment


Dan sekarang saatnya menuliskan Resolusi untuk Tahun 2018. Yuhuuu….

Tapi kali ini aku tidak akan menuliskan beberapa point Resolusi seperti tahun-tahun sebelumnya. Aku hanya akan menuliskan satu bagian Resolusi penting untuk tahun ini.
Rajin beribadah. Fokus Menulis. Konsisten dengan kerjaan dan setia dalam persahabatan. Sementara Cinta… aku selalu percaya, dia akan datang diwaktu yang tepat.
Udah itu aja. Selesai.

Tahun ini aku memutuskan untuk berhenti dari aktivitasku menjadi Announcer. Sudah cukup dua tahun lebih aku menjalani profesi itu dan aku happy. Tapi karena mulai kesulitan bagi waktu dan belakangan tidak bisa lagi terlalu sering keluar malam karena masalah kesehatan, jadi aku tidak punya pilihan selain off. Sungguh aku pasti merindukan saat-saat bahagia diruang penyiaran

Tahun ini aku berharap bisa fokus menulis dan tidak disibukkan dengan kegiatan lain lagi. Aku berharap bisa menghasilkan banyak karya. Sementara kerjaan kantor tetap selalu jadi prioritas utama.

Semoga tahun 2018 bisa lebih baik lagi dari tahun sebelumnya. Tahun yang bisa mengabulkan semua impian. Tahun yang penuh pengharapan. Jika orang lain telah menggapai impian terbesarnya ditahun yang lalu, kelak pasti akan tiba giliranmu, mungkin saja ditahun ini. Kamu hanya harus percaya, karena kesempatan tidak akan pernah mengkhianati.

Senin, 04 Desember 2017

Naskah WATU PALINDO



Kayaknya malam ini bakal nangis semalaman deh. Hiks sedihhh lah pokoknya. Lebih sedih dari sekedar diputusin mantan. Atau ditolak gabetan. Pokoknya sedih dan butuh hiburan. Dibeberapa postingan sebelumnya, aku pernah ngebahas tentang naskah WATU PALINDO yang aku ikutkan ke Lomba. Pengumumannya sich sebenarnya tanggal 15 Desember nanti, tapi tau-tau aja udah ada pemberitahuan naskah yang lolos tahap pertama. Dan dari 200 lebih naskah yang masuk ke panitia, hanya ada 71 naskah yang lolos. Dan sedihnya itu… naskah WATU PALINDO nggak lolos. Hikzz… nangis lagi.

Dipostingan sebelumnya aku ingat pernah nulis ini…
Kalau aku sudah melakukan yang terbaik. Aku bahkan melakukan riset sedikit, wawancara sana-sini, sampai minta translate bahasa daerah. Aku merasa doing the best deh untuk naskah ini, total pokoknya, jadi aku nggak bakalan nyesel kalo pun nanti tidak masuk juara. Setidaknya aku udah benar-benar berusaha, nggak asal nulis aja. Dan lagi, kompetisi ini lumayan berat sih, banyak saingan pasti, jadi... kalaupun nanti nggak masuk Juara, nggak harus sedih. Setidaknya sudah ikut berpartisipasi dan berhasil nulis satu naskah yang sebenarnya bukan gue banget. Aku percaya aja, kalau kita berusaha semaksimal mungkin, hasilnya juga pasti maksimal.

Tapi ternyata, aku tidak cukup kuat untuk tidak merasakan sedih saat ini. Aku bohong kalau bilang aku tidak kecewa. Padahal naskah ini satu-satunya harapan sebelum menutup akhir tahun ini. Setelahnya, semua pengumuman sudah berpindah ditahun yang baru. Selesai sudah semua penantian dibulan Desember. Hikzzz.. nangis lagi kan… T_T

Sebelumnya, aku juga kalah dalam Lomba Menulis dengan tema “Aku Cinta Indonesia” dan dari itu aku mulai berpikir kalau ini bukan duniaku. Kayaknya aku tidak akan pernah berhasil dalam Lomba dengan tema seperti ini. Genreku hanya sebatas dunia teenlit dan romance. Jadi, berapa kali pun aku mencoba, kayaknya aku bakal tetap gagal. Bukankah semua orang sudah ada batas kemampuannya masing-masing? Pada dasarnya tupai tidak akan pernah bisa berenang. Dan ikan tidak akan pernah bisa memanjat pohon. Aku tidak ingin memaksakan diri lagi. Kalau karena ingin sesuatu yang menantang, aku rasa selama ini aku sudah banyak mencoba. Tapi selalu tidak pernah bisa. Bukannya aku putus asa, tapi mungkin lebih selektif lagi dalam memilih tema. Aku akan tetap menulis, pasti akan tetap menulis, tapi hanya dalam genre tulisanku. Dalam zona nyamanku. Aku sudah cukup berusaha sejauh ini. Tapi… aku takut kecewa lebih dalam lagi.

Aku merasa Desemberku sudah berakhir. Tak ada lagi moment yang bakal membuatku exicted. Tak ada lagi penantian yang akan memberi kejutan. Tak ada lagi keajaiban yang akan mengabulkan resolusi yang belum tercapai. Semuanya sudah selesai.

Template by:

Free Blog Templates