Tampilkan postingan dengan label Curhatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhatan. Tampilkan semua postingan

30 Juni 2022

Ceritaku tentang OPERASI FEMTOLASIK

dr. Yudisianil E. Kamal, SpM(K)
Setelah mengumpulkan keberanian dan bertekad kuat, akhirnya hari Rabu, 29 Juni 2022 saya memutuskan untuk Operasi Lasik di Ciputra Smg Eye Clinic Jakarta.

Mungkin sebagian orang berpikir Operasi Lasik hanya untuk gaya-gayaan atau sok mengikuti trend. Tapi bagi mereka yang bermata minus sepertiku, pasti tahu bagaimana rasanya memakai kaca mata seumur hidup. Memang ini adalah keputusan besar dan operasi lasik memang sudah menjadi resolusiku ditahun ini dan alhamdulillah terwujud. Terima kasih untuk orang-orang yang sudah memberi dukungan dan doa. Yang selalu menanyakan kabar sebelum dan sesudah operasi. Tidak ada hal yang bisa saya syukuri ketika akhirnya saya bisa melihat dengan normal lagi setelah memakai kaca mata selama 22 tahun.
 
Awal terinspirasi untuk operasi lasik, saat teman saya Dokter Oji yang akan mengambil spesialis psikiatri dan mengharuskannya untuk bebas kaca mata dan akhirnya memutuskan operasi. Saat itu dia operasi di Klinic Ciputra Smg Eye Clinic Surabaya karena hanya di Surabaya yang mendapat fasilitas operasi plus hotel tempat menginap. Jadi bayarannya all in one meskipun agak mahal, tapi tidak merepotkan. Apalagi waktu itu dia berangkat sendiri dan menjalani operasi tanpa pendamping (bisa kok).
 
Karena terinspirasi dari ceritanya yang ternyata begitu mudah menjalani operasi, saya pun mulai mencari tahu banyak hal tentang LASIK. Bahkan mulai search klinik maupun rumah sakit yang menyediakan layanan operasi lasik. Tentu saja di Sulawesi Tengah belum ada. Dan waktu itu saya mendapat rumah sakit di Bali, biayanya lebih murah dibanding lainnya, tapi saat saya hubungi slow respon banget. Ada beberapa klinik juga yang biayanya lebih murah tapi pasiennya belum terlalu banyak. Lalu akhirnya saya memutuskan untuk operasi di Ciputra Smg Eye Clinic, karena dari semua klinik mungkin ini yang paling terbaik menurut versi saya. Dan saya memilih lokasi Jakarta, karena yang di Surabaya tidak ada layanan untuk Femtolasik, hanya Relex Smile.
 
Alhamdulillah, waktu itu saya mendapat perjalanan dinas ke Jakarta. Setidaknya biaya tiket pesawat dan hotel juga uang saku ditanggung, hehehe... kebetulan ada tugas negara yang mendesak juga. Dan sebelum berangkat saya sudah mengatur jadwal online dengan pihak klinik untuk melakukan operasi. Dan Ciputra Smg Eye Clinic Jakarta adalah klinik terbaik menurut saya karena fast respon banget. Setelah berada di Jakarta, saya menyelesaikan dulu tugas dinas saya di Kementerian Pertanian selama satu hari full karena besoknya saya akan menjalani operasi.
 
Untuk proses menjalani operasi bisa nonton di akun youtube saya PART 1 dan PART 2
 
Proses operasi benar-benar sangat singkat dan luar biasa. Betapa ini adalah Anugerah Tuhan yang selalu saya syukuri melalui kecanggihan tekhnologi. Setelah operasi saya tidak melakukan aktivitas apapun, karena waktu itu saya tiba dihotel sudah hampir magrib dan setelah makan malam saya hanya tidur semalaman. Dan besoknya melakukan kontrol H-1.
 
Videonya bisa nonton DISINI
 
Dan yang paling luar biasa, setelah kontrol dari klinik, saya dan teman saya langsung naik grab mobil menuju Pasar Tanah Abang untuk berbelanja, karena subuhnya saya sudah harus terbang ke Palu. Dan karena setiap 10 menit mata harus diteteskan obat, jadi setiap alarm ponsel berbunyi, kita mencari sudut-sudut ruangan atau tempat duduk di tanah abang untuk menetes mata, benar-benar gokil abis. Dan subuhnya saya sudah terbang kembali ke Palu. Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar, meski mata ini tetap harus dijaga dengan sangat hati-hati.
 
Dan untuk teman-teman yang ingin menjalani operasi LASIK, saya sangat merekomendasikan Ciputra Smg Eye Clinic karena meskipun mahal tapi pelayanannya sangat memuaskan. Dan lagi aset mata ini sangat berharga. Dan tidak perlu khawatir, karena setelah menjalani operasi saya tidak pernah menyesal dan selalu bersyukur sama TUHAN karena sudah baik banget dan memberi saya kesempatan untuk bisa melihat normal lagi disisa umur saya ini.
 
Nantikan postingan selanjutnya yah Pasca Operasi ^-^
Yang ingin tanya-tanya silahkan komen dibawah, pasti aku balas

08 Juni 2017

SIFAT CEWEK GEMINI (Aku)

Cewek gemini adalah cewek yang berpenampilan menarik dengan kepandaian hebat. Wanita yang sangat menarik. Dia bergerak cepat dan dia tidak dapat duduk atau berdiri diam dalam jangka waktu yang lama. Dia mampu melakukan banyak hal dan melakukannya secepat mungkin. Jika kamu berpacaran dengannya, mungkin kamu akan merasa sedang berpacaran dengan banyak cewek pada saat yang bersamaan.
Kamu tidak dapat mengikatnya dengan kata “CINTA” karena, meski dia begitu peduli dengan cinta, tapi hal itu bukanlah faktor utama dalam kehidupannya. Kamu harus dapat menyesuaikan diri dengannya supaya kamu dapat mengenal banyak karakter yang dimilikinya. Dia adalah wanita pemimpi yang memiliki banyak impian. Dia selalu ingin belajar mengenai sesuatu yang baru setiap saat.

Walaupun dia memiliki karakter 2 in 1, tapi dia cukup beruntung dalam hal cinta. Untuk mengejarnya kamu harus mengerahkan semua kemampuanmu, bahkan ketika dia sudah menyukaimu dan terpesona oleh kemampuanmu, dia juga akan melihat dan menyelidiki sisi burukmu. Karena hal ini adalah sifat alaminya.
Perbincangan dengannya tidak akan membosankan. Dia mampu berbicara denganmu mengenai topik apapun. Dia akan mampu membuat kamu merasa menjadi cowok paling beruntung di dunia. Dia mampu membuatmu merasa bahwa dia membutuhkan perhatianmu, tapi begitu dia ingin sendirian, dia mampu berdiri teguh dan tenang.
Dia dapat dengan mudah membuat seorang cowok jatuh cinta kepadanya. Moodnya yang selalu berubah adalah “pesona” bagi banyak cowok. Dia dapat saja tertawa terbahak-bahak selama 2 menit dan kemudian terdiam membisu. Dia ingin hanya menemukan 1 cinta sejati saja dan dia ingin menemui cowok impiannya.

Dia berharap banyak, bahkan kadang terlalu banyak. Dia selalu menunggu kedatangan seorang “Pangeran Impian” bahkan pada saat dia telah memiliki seorang pacar. Dia bisa saja jatuh cinta atau menyukai orang lain pada saat bersama denganmu. Jika kamu putus dengannya, dia tidak akan lupa dalam jangka waktu pendek, karena perubahan adalah sifat alaminya.

Cewek Gemini lebih banyak menyakiti hati cowok dibanding cewek zodiak lainnya. Karena dia seorang pemimpi dan selalu menunggu kedatangan “Pangeran Impiannya” maka kehidupan cintanya benar-benar rumit atau bahkan berantakan.
Dia tidak pernah merasa puas dengan kondisi kerjanya sekarang, dengan uang atau reputasinya sekarang. Dia selalu ingin mendapat lebih lagi. Jangan pernah tanyakan dia, apa sebenarnya hal yang bisa memenuhi semua keinginannya, karena dia tidak akan pernah menjawab. Dia memiliki impian yang indah dan dia menginginkan adanya orang yang memiliki keinginan dan kemampuan yang sama dengannya, yang akan selalu bersama mendampingi dia.



NB: sanggupkah kamu menghadapi sikapnya?? :) :)

10 Mei 2017

BECAUSE, LIFE IS NOT A FAIRYTALE



Tiba-tiba saja kepikiran untuk buat postingan yang tidak penting ini. Mungkin karena sekarang aku lagi nyelesain naskah yang mengambil tema tentang Dongeng (lagi). Dulu juga aku pernah menerbitkan Buku Antologi Cerpen dengan judul Dongeng Sehari. Entah kenapa aku suka sekali menulis dengan mengambil tema Dongeng. Setelah berhasil dengan Cerpen berjudul FAIRYTALE yang masuk sebagai nominasi Cerpen Jepang, sekarang aku mencoba menulis lagi sebuah cerpen dengan tema Dongeng. Kali ini kolaborasi tentang Sang Barbie dan Cinderella. Penasaran? Aku sendiri yang menulisnya juga sangat exicted dengan cerita ini. Bahkan dibeberapa bagian aku sempat sesegukan waktu nulis. Okeh, penulis baper emang kayak gitu.
Cerpen ini pun aku buat untuk ikut serta dalam sebuah lomba yang lumayan bergengsi sih. Dan naskahnya itu 20 sampai 30 halaman. Dan aku baru nulis kurang lebih 15 halaman. Deadline masih lama sih, tapi bukan berarti aku harus leyeh-leyeh gitu. Karena setelah cerpen ini selesai, aku masih harus fokus untuk menyelesaikan sebuah Novel untuk Lomba juga. Pokoknya, jadwal menulisku lagi padat merayap, hampir ngesot pula. Untungnya bukan Suster. Eh? #Abaikan!!

Yang pasti kehidupan itu bukanlah sebuah dongeng yang selalu happy ending. Cita-cita yang tak selamanya berujung kesuksesan. Juga kisah cinta yang tak selalu menjanjikan kebahagiaan, malah lebih sering menyakitkan dan berujung kekecewaan.
Seperti kisah yang sementara aku tulis ini. Sang Barbie tidak selalu tentang seorang perempuan cantik, seksi, tinggi, memiliki kaki jenjang dan rambut bergelombang. Barbie yang manja dan hidupnya selalu bersenang-senang. Atau tentang Cinderella yang bertemu Pangeran dan meninggalkan sepatu kaca disebuah pesta dansa. Sungguh ini bukan dongeng yang seperti itu. Dan kehidupan nyata tidaklah selalu berakhir dengan bahagia.

Kamu tidak perlu meninggalkan sebelah sepatu kaca, apalagi ditengah malam buta, hanya karena berharap seorang Pangeran akan menemukanmu. Tidak akan ada pula sang Peri yang akan menyihir labu menjadi kereta kuda. Kalaupun ada, labunya pasti dibuat sayur, lalu dimakan bersama. Sepatu sebelah juga tidak bisa dipakai siapa-siapa, sekalipun sepatu itu terbuat dari kaca dan sangat mempesona. Paling juga pemulung yang menemukannya akan sangat bahagia. Karena Dongeng hanya ada dalam buku cerita. Hanya sebagai pengantar tidur saja. Kalau pun sepatumu hilang sebelah, mungkin kamu yang lupa naruh atau sengaja membuangnya dimana.

Tidak harus dengan meninggalkan sepatu sebelah agar seseorang menemukanmu. Karena jodoh tidak ditentukan dari sebuah sepatu atau kisah sayur labu. Jodoh itu…. Eh kok jadi ngebahas jodoh sih. Aduh sebelum pembahasan semakin jauh, kayaknya stop dulu postingan tidak penting ini. Aku mau lanjutin naskah ini dulu, biar cepat beres. Biar bisa lanjut ke tulisan berikutnya. Semangat menulis…

10 November 2016

BARBIE


Kali ini pengen cerita tentang suatu yang tidak terlalu penting sih. Anggap saja lagi ngeracau diblog yang hampir berdebu ini (sambil bersih-bersih). Belakangan aku merasa menjadi over spoiled, cewek manja yang menyebalkan. Bicara dibuat-buat, sok merengek-rengek kalo permintaannya tidak dikabulkan. Astaga betapa menyebalkannya aku. Sok-sok butuh banget “Cowok” padahal dulu-dulunya semua dikerjakan sendiri. Aku ingat, dulunya.. iya dulu banget. Waktu masih Jaman Kuliah, aku tuh selalu bilang kalau aku Cewek Independent. Cewek tegar yang tidak pernah butuh cowok. Yang selalu melakukan segala hal seorang diri. Kemana-mana sendiri. Kerjakan tugas sendiri. Malam minggu sendiri. Jalan-jalan sendiri dan aku sangat mencintai kesendirian. I really Introvert.
Lalu suatu waktu, aku merasakan semuanya berubah. Aku juga tidak ingat pastinya kapan. Mungkin… setelah aku membaca sebuah buku. Kalo nggak salah judulnya itu “Nice To Meet You” dan aku lupa karangan siapa. Dalam novel itu menceritakan kalau ternyata para cowok itu benci sama cewek yang terlalu Independent. Karena dengan begitu mereka (para cowok) merasa tidak dibutuhkan, karena si cewek bisa melakukan segala hal seorang diri. Tetap tegar berdiri, ada atau tanpa cowok disisinya. Awalnya cerita Novel itu tidak memberi pengaruh sama sekali sih, meski aku orangnya kadang suka baperan karena bacaan atau film. Sampai akhirnya aku menulis sebuah Novel yang sampai sekarang belum kelar-kelar. Dalam Novel itu tokoh utamanya seorang cewek yang tadinya Independent, lalu berubah menjadi manja dan terlihat seolah-olah dia sangat membutuhkan cowok. Padahal hanya sekedar ingin membuktikan kalau teori itu benar. Lalu dia terjebak dikisah cinta yang sangat rumit, yang akhirnya harus kembali membuatnya menjadi sosok yang tegar. Karena ternyata cowok juga kadang membutuhkan ketegaran seorang cewek. Dan seperti ini penggalan dialog yang sempat aku tuliswaktu itu….
“Apa lo suka sama cewek yang manja??” tanya Iren membuat Candra sedikit kebingungan “Teman gue bilang, kalau cowok itu cenderung lebih suka sama cewek manja dan kekurangan kasih sayang. Karena dengan begitu kaum cowok akan merasa lebih dibutuhkan, merasa lebih berguna sebagai cowoknya” Candra tertawa mendengar penjelasan Iren itu
                “Gue malah lebih suka sama cewek tegar” tegasnya membuat Iren kesulitan bernapas. Dia seolah tak bisa mengendalikan perasaannya karena terlalu bahagia. Akhirnya ada juga cowok yang menyukai cewek tegar sepertinya
                “Kenapa lo suka sama cewek yang tegar? Bukankah cewek tegar itu seolah tak membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari lo?” sekali lagi Candra tertawa
                “Kalo begitu gue yang butuh dia” ujar Candra masih tertawa “Ada kalanya gue pasti rapuh, dan disaat itu ketegarannya akan sangat berarti. Ketegaran yang ditunjukkannya pasti bisa membuat gue bangkit lagi” ujar Candra begitu yakin “Gue juga mungkin nggak akan bisa selalu ada buat dia. Dan gue yakin, dengan ketegarannya, dia masih akan bisa tetap berdiri meski tanpa ada gue lagi. Dia masih akan bisa tertawa, dan terus menjalani hidupnya”

Waaw… aku sendiri tidak menyangka pernah menulis bagian ini, yang aku rasa sangat keren. Siapa sih cowok yang pertama kali mengucapkan kata-kata ini? Aha… *berusaha mengingat*
Apapun itu… jujur, aku mulai gerah dengan diriku yang sekarang. Sok manja. Apa-apa curhat sama cowok. Apa-apa butuh cowok. Padahal tanpa mereka pun aku bisa melakukan segalanya seorang diri. Aku akan tetap baik-baik saja tanpa Drama dengan para cowok. Ehh, tapi bukan berarti aku anti Cowok loh. Enggak lah. Kalo anti narkoba baru iya. Ehh kok jadi Kampanye sih.
Apapun itu… aku nggak mau jadi over spoiled lagi. Meskipun itu terjadi tanpa aku sadari sih. Apalagi belakangan, aku mulai akrab dengan panggilan BARBIE. Sementara Barbie itu identik dengan cewek yang hidup di zona nyaman. Belum lagi, ada satu cowok yang bilang kalau aku terlalu lama jadi Barbie dan lupa kalau kehidupan itu sangat keras. Kalau diluar sana ada banyak kenyataan pahit.

Padahal aku mengartikan Barbie itu sebagai cewek yang optimis, penuh semangat dan selalu bahagia. Selalu ceria dengan asesoris Pink dan girly. Selalu penuh mimpi. Selalu bisa menginspirasi. Itu versi Barbie menurutku. Aku nyaman menjadi Barbie belakangan ini. Tapi… aku mulai gerah dengan sikapku yang sok manja. Dan kayaknya semakin menjadi-jadi. Hahahaha… mulai pecicilan, keganjenan. Eh nanjodi. Aku mau kembali menjadi Cewek Independent lagi deh. Kayaknya seru. 
Just be your self Murthy. And you be Happy.

26 Juli 2015

Dibalik Kata-Kata...


Tiba-tiba aja pengen nulis sesuatu di blog ini...
Sebenarnya ada sesuatu yang mengganjal dibenak akhir-akhir ini. Tidak serius sih... tapi tetap saja mengambil bagian penting dalam otak. Menuntut untuk segera dituangkan dalam bentuk ucapan atau setidaknya dalam tulisan. Dan aku lebih memilih opsi yang kedua... karena aku tidak yakin bisa mengatakan semua ini secara langsung, tanpa ada satu kata pun yang terlewatkan.

Aku ingat... kalau aku pernah mengatakan hal ini padamu. Saat itu kamu lagi mengahadapi masalah serius dalam hubunganmu dengan DIA. Dan aku mencoba menasehatimu dengan kata-kata ini...
“Sebuah hubungan yang serius itu hanya akan berujung pada dua hal: menikah atau putus. Dan kalau sepasang kekasih udah niat serius ke depannya, pasti doa yang selalu terucap adalah semoga dilancarkan niat yang baik itu sampai ke tahap selanjutnya, yaitu pernikahan. Tapi... semakin kita menjalaninya, justru terasa semakin berat. Ada saja masalah yang dihadapi. Bahkan kita jadi lebih sering nangis, sedih dan sakit. Dan saat seperti itu, sebenarnya tanpa kita sadari Tuhan sudah menjawab doa kita. Hanya kadang terasa belum siap saja untuk menerima semuanya”
Dan saat itu, kamu mengiyakan semua kata-kataku itu. Aku bahkan sempat bertanya, apakah kamu mengerti dengan semua ucapanku. Dan kamu mengangguk.

Saat itu aku lega karena bisa memberi kata-kata yang mungkin bisa menjadi pertimbanganmu dalam menjalani hubunganmu yang sekarang. Tapi belakangan, aku justru kepikiran dengan kata-kataku sendiri. Aku memikirkan nasehat yang pernah aku berikan padamu waktu itu.

Ini tentang kita...
Dulu... aku dan kamu hanyalah orang asing yang baru kenal. Lalu kita pun mulai dekat, meski hanya sebagai teman. Entah mengapa aku merasa kamu orang yang sangat menyenangkan. Lalu... seiring berjalannya waktu... kita pun menjadi semakin dekat. Namun disaat yang sama, ada satu masalah yang tiba-tiba memaksa aku untuk menjauhimu. Aku merasa kedekatan kita hanya akan membawa masalah baru. Dan aku pun memutuskan untuk menjauh darimu. Saat itu untuk pertama kalinya aku berdoa untuk kita. Aku berdoa... agar aku dijauhkan dari kamu. Agar kita dipisahkan jarak atau keadaan yang membuat kita tak bisa lagi bertemu. Setidaknya itu cara paling ampuh untuk menjauhi seseorang. Aku yakin, kamu juga pasti setuju dengan doaku.
Lalu... sebulan atau tepatnya dua bulan kemudian sejak aku rutin mengucapkan doa itu, tiba-tiba saja keadaan berubah drastis. Aku justru dipaksa masuk dalam sebuah keadaan dimana aku harus selalu ada bersamamu. Selalu berada didekatmu. Selalu menuruti semua perintahmu. Dan keadaan itu secara tidak sengaja justru membuat kita semakin dekat... lebih dekat dari hubungan yang pernah kita jalani jauh sebelum aku mengucapkan doa itu.

Lantas... apakah yang terjadi diantara kita ini bisa dikatakan juga merupakan jawaban Tuhan atas doa yang selama ini aku ucapkan? Apakah nasehat yang pernah aku ucapkan padamu waktu itu juga berlaku untuk doaku kali ini??
Tiba-tiba aku menjadi takut... kalau kamu akan mengembalikan semua kata-kata yang pernah aku ucapkan padamu waktu itu. Terus terang... aku tidak punya jawabannya.
Memberi nasehat memang mudah. Tapi ternyata ada satu keadaan yang membuat kita sulit mengartikannya. Karena sampai saat ini pun aku masih belum mendapat jawaban, mengapa aku bisa masuk dalam suatu keadaan yang memaksa aku untuk selalu ada bersamamu. Mengapa Tuhan membiarkan aku masuk dalam keadaan itu. Bukankah kedekatan kita adalah sesuatu yang tidak mungkin??

*Jika kamu punya jawabnya? Tolong beritahu aku!!



**Dan aku baru saja menemukan kata-kata keren ini..
 Segala sesuatu yng ditakdirkan bersama, maka apapun yang mencegahnya, dia akan menemukan jalan untuk menyatu. Pun sebaliknya, sesuatu yang tidak ditakdirkan bersama, maka apapun yang kita lakukan, dia tidak akan pernah menyatu (Tere Liye)



05 Desember 2013

Pertemuan Kita (Aku dan Kamu)


“Apa kamu masih mengoleksi Novel Andrea Hirata?” tanyaku memecah keheningan yang enggan menguap diantara kita saat berada disebuah Toko Buku, seolah kita berdua adalah dua orang yang baru saja saling kenal. Padahal kita pernah bersama-sama selama setahun lebih. Bukan sekedar akrab, tapi bahkan lebih dari itu. Dulu, hampir sepanjang hari kita menghabiskan waktu bersama, hingga aku bisa tau hal apa yang paling kamu sukai dan apa yang paling kamu benci. Aku juga sudah melihat wajah paling terjelekmu, begitu juga kamu. Seolah tidak ada lagi kekurangan diri yang saling kita sembunyikan. Tapi bukan berarti kita pacaran. Kita berdua hanyalah dua orang yang pernah terikat hubungan kerjaan. Tak lebih, andai aku bisa membaca perasaanmu.
“Masih” jawabmu singkat, tanpa menatap wajahku. Padahal kita berdiri berhadapan. Kesenjangan pun semakin terasa diantara kita. Sikapmu kaku, apalagi aku
“Koleksi novelmu sudah sampai mana?”
“Novel yang terakhir, Padang Bulan” jawabmu bersemangat, seolah menceritakan Andrea Hirata adalah hal yang paling kamu sukai. Aku memang tau kalau Andrea adalah penulis favoritmu. Aku juga tau kalau kamu sudah mengoleksi semua novel karyanya.
“Oh yah? Ceritanya tentang apa?” tanyaku ingin tau. Meski aku memang tidak terlalu suka dengan Novel karangan Andrea, tapi aku selalu tau tentang karya-karyanya. Termasuk karya terbarunya yang memiliki dua desain sampul. Karena aku juga sangat suka membaca, meski selera bacaan kita tidak pernah sama. Aku lebih menyukai Novel Teenlit.
Tanpa kuduga, kamu pun dengan semangat menceritakan tentang novel terbaru itu, seperti biasanya, setiap kali aku menanyakan tentang karya-karya Andrea yang lain. Dan dari semua ceritamu, bahasa dan gayamu berbicara, rasanya kamu belum berubah. Kamu masih tetap sama. Dan aku seolah merindukan itu semua. Tapi ada jarak yang berdiri diantara kita. Jarak yang seolah mengambil banyak peran dalam pertemuan kita kali ini. Pertemuan kedua yang tidak disengaja, setelah hampir tiga tahun ini aku menghindarimu dengan sengaja.
Dulu, aku menganggap jarak yang paling jauh itu adalah saat terpisah antara hidup dan mati. Saat kita tak bisa bertemu lagi. Tapi ternyata aku salah, jarak yang paling jauh itu adalah ketika kita bertemu, namun tidak bisa seakrab dulu lagi. Seolah tidak saling mengenal lagi. Jarak yang paling jauh itu ada diantara hati kita, yang kini mungkin saling membenci.
***
Rasanya seolah baru kemarin kita bersama-sama, saling berbagi ruang dan mengerjakan setumpuk kerjaan. Namun siapa yang harus disalahkan ketika kini kita berdua saling membenci, bahkan bersikap seolah kita tidak saling mengenal lagi. Kita selalu mengingkari kenyataan yang ada, yang mungkin mencipta rasa. Tanpa kita sadari, rasa-rasa itu hanya mencecap dalam bayang, kemudian hilang. Dan kini, kita seperti memulai lagi semuanya. Mungkin tak bisa disebut kisah, karena kita berdua tak pernah merajut apa yang kita alami. Cukuplah aku menyebutnya sebagai sesuatu yang dulu belum kita akhiri dan sekarang berbalik menyapa kita.

19 November 2013

MENCINTAIMU SEHARI


Apakah cinta itu bisa tumbuh hanya dalam sehari??
Kata orang, cinta tak bisa direncanakan. Kita bahkan tidak pernah tau pada siapa bunga cinta itu akan dijatuhkan. Pun tak bisa memaksa-maksakan perasaan. Karena cinta bisa datang kapan dan dimana saja. Tanpa pernah bisa kita duga.

Sebenarnya aku sama sekali tidak berniat menuliskan hal yang sangat privasi ini dalam postinganku kali ini. Tapi tiba-tiba saja jari-jariku sudah melaju diatas keyboard, menumpahkan semua yang memenuhi otakku sejak kemarin. Bahkan mungkin kemarin itu adalah hari yang paling menyesakkan.
Entahlah, aku bingung harus memulainya dari mana. Yang pasti, semua yang baru saja terjadi adalah karena kesalahanku sendiri. Ibarat aku yang bermain api, maka kelak aku pun harus siap jika terbakar sendiri.

Aku bingung harus memulai ceritaku dari mana. Mungkin cerpen ini bisa mewakili semuanya. Sebenarnya, cerpen ini aku tulis setelah melewati sehari bersamamu yang penuh cerita. Dan cerpen ini juga sempat aku kirimkan ke LMCR 2013, bersama 3 cerpen lainnya.
Tadinya, aku berniat akan memberikan cerpen ini padamu kalau cerpen ini menang. Tapi sayangnya bukan cerpen ini yang terpilih sebagai pemenangnya. Hingga niat itu kubatalkan. Dan cerpen ini hanya akan tersimpan dalam laptop saja tanpa pernah ada yang membacanya.

Tapi setelah kejadian kemarin (yang membuat aku sempat nangis karena takut dan sedih), aku memutuskan untuk membiarkan kamu dan orang lain membacanya. Mungkin dengan begitu kamu bisa mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Dan orang yang berniat menjodohkan kita tidak akan kecewa dengan kenyataan yang ada. Bukannya aku menolak semua ini, hanya saja kita yang berbeda. Aku benar-benar merasa bersalah pada diriku sendiri, karena aku yang telah memulainya. Sementara aku sendiri tidak tau bagaimana cara mengakhirinya.
Akhh.... aku benar-benar bingung. Seandainya kamu membaca tulisan ini, tolong katakan padaku bagaimana aku harus bersikap sekarang??


Mencintaimu Sehari
Sebuah Cerpen karya Murthy F. Rone

Ada sesuatu didunia ini yang kadang tidak berjalan sesuai kehendak, meskipun kita sudah merencanakannya matang-matang. Menyimpannya dalam kotak ingatan, lalu menguncinya rapat dengan gembok harapan. Semilir udara pun tak kuasa masuk menembusnya, menghapus jejak atau sekedar mengusik sesaat.
                Aku memang tak pernah berpikir untuk jatuh cinta padamu, meski hanya sekejap, lalu membiarkannya lenyap bersama malam yang gelap. Aku juga tidak pernah berharap bayanganmu akan menghuni sebagian otakku, mengaliri seluruh sel darahku, hingga membuat jantungku berhenti berdetak untuk beberapa saat. Aku bahkan tidak pernah merencanakan untuk mencintaimu, memilih menempatkan hatiku direlung hatimu. Tidak. Sampai akhirnya yang terjadi tak ubah dengan alur nasib yang terbalik. Aku jatuh cinta padamu sejak melewati sehari bersamamu.           
*****
Langit mendung. Awan hitam nampak menggelantung. Bunyi gemuruh saling bersahutan pertanda akan turunnya hujan
“Sepertinya kita harus melaju” ujarmu dari balik helm, tanpa menoleh kearahku yang duduk diboncenganmu. Mungkin kamu berniat menghindari hujan yang seolah sedang mengejar laju motor kita
“Peganganlah yang erat” lanjutmu lagi, berbaur bersama hembusan angin yang menyamarkan suara pelanmu, hingga aku harus sedikit mendekatkan wajahku kearahmu agar bisa mendengarnya dengan jelas. Aku kemudian menggenggam erat pangkal jaketmu dan tiba-tiba saja hatiku terasa bergetar.
Meskipun sudah lama berada dalam lingkup kantor yang sama, tapi ini pertama kalinya kita melakukan perjalanan berdua. Secara kebetulan kita mendapat tugas meliput berita disuatu desa. Dan mengharuskan kita pergi bersama. Mengendarai motor karena jalannya yang tidak mendukung untuk dilalui mobil mewah.
Ini pertama kalinya aku bicara denganmu dari jarak yang cukup dekat, hanya berada beberapa centi dari balik punggungmu. Hingga aku bisa merasakan hangatnya, beda dengan sikapmu yang selama ini dingin. Bahkan setauku, kita tidak pernah bercerita lama, paling hanya sekedar say hello saja.
Dua puluh menit perjalanan akhirnya mengantarkan kita pada sebuah desa yang lumayan terpencil. Hanya ada sekitar dua puluhan rumah disini. Dan gemuruh pun menepati janjinya untuk mengirimkan hujan ke bumi. Aku dan kamu bergegas berlindung disalah satu rumah warga yang menjadi objek berita kita kali ini.
Sekali lagi aku dibuat takjub oleh sikapmu. Kamu yang selama ini terkesan introvert dan menutup diri. Kamu yang terlihat sedikit tidak peduli. Tapi kali ini berbeda saat kamu mewawancarai salah seorang warga yang sudah cukup tua. Bahasamu sangat sopan dan sikapmu dewasa. Bahkan sesekali kamu tertawa bersama mereka. Sebuah tawa lepas yang tidak pernah kulihat sebelumnya.
Dan aku mulai memperhatikanmu. Wajahmu, gerak tubuhmu dan tutur katamu. Rasanya aku mulai menyukai semua itu. Meski aku yakin kalau kamu bukanlah tipe cowok impianku. Tinggi badanmu sangatlah jauh dari kriteria idamanku. Berat badanmu juga melebihi tipe idealku. Dan usiamu, sedikit lebih jauh diatasku. Tapi entahlah, saat berada didekatmu kali ini, aku mulai merasa nyaman. Aku merasa terlindungi dengan sikapmu yang dewasa. Aku juga suka mendengar saat kamu berbicara. Sepertinya aku mulai menyukai semua yang ada pada dirimu.
Hujan masih turun dengan derasnya. Dan aku terus memandanginya dari balik teras rumah salah seorang warga, sambil menjulurkan tanganku memainkan airnya. Aku menarik nafas begitu dalam. Kusambut semilir angin yang membelai wajahku. Lalu kulepaskan udara penat yang berkerumun diparu-paruku
“Sepertinya kita belum bisa pulang sampai hujannya reda” ujarmu yang tiba-tiba sudah duduk disebelahku. Aku hanya tersenyum menjawabnya
“Tapi ini bisa meredam lamanya waktu kita menunggu” ujarmu lalu mengeluarkan sebungkus kuaci dari dalam tasmu “Mau coba?” lanjutmu membuatku seketika tertawa.
Kita seolah terjebak dalam masa kanak yang tidak cukup bahagia. Berusaha menghabiskan biji-biji kuaci yang ternyata begitu sulit mengupasnya, hingga membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk bisa menghabiskannya. Hingga waktu yang berlalu sangat tidak terasa. Apalagi sudah banyak kisah yang kamu ceritakan. Tentang keluargamu, perjalanan kariermu dan kehidupanmu sebagai anak kost. Tawa lepas pun terus mengalir dari bibirku. Seolah setiap kisah yang kamu ceritakan mampu membuatku tertawa.
Aku bahkan sempat tidak percaya saat kamu dengan bangganya mengakui Sinetron Favoritmu adalah Gajah Mada. Dan yang lebih parah, cowok dingin sepertimu ternyata sangat tergila-gila dengan Goyang Caesar yang lagi mendunia. Perutku bahkan sampai sakit karena tak sanggup menahan tawa.
Sampai akhirnya tawaku tiba-tiba terhenti, ketika tanpa kuminta kamu dengan jujurnya menceritakan kisah cintamu dengannya.
Kamu yang mencintai seorang wanita yang sudah lama menjadi sahabatmu, namun baru dua tahun ini kamu mengungkapkan perasaanmu padanya. Seorang wanita dengan tatapan lugu yang menggungat, serta tutur katanya yang memikat, seolah mampu membuatmu mematung sejenak. Mengatur jarak agar tangan tetap bergandeng erat. Larut dalam buaian yang memahat setiap jengkal harapan dan daya ingat.
Bagimu, ini bukan sekedar cinta, bukan sekedar memahami rasa, memaknai hangatnya rindu atau sekedar menahan gejolak cemburu. Betapa sering doa kamu panjatkan atas namanya, betapa banyak lembar kertas yang kamu tulisi sejuta harapan untuknya. Dan berapa harga yang sudah kamu bayar hanya untuk kebahagiaannya.
Tapi akhirnya kamu terdiam tak mengerti. Saat orang yang kamu cintai lebih sering mengarahkan pandangannya ke lain sisi. Kearah belakangmu yang paling kamu benci, arah dimana seseorang yang lain berdiri. Hingga bentangan jarak menjadi tumbal perpisahan yang dia beri. Laksana mengepakkan sayap pedih, lalu membiarkanmu jatuh tersungkur ke bumi.
“Aku mencintainya saat pertama kali sapa lembutnya terucap dan mata lugunya menggungat. Hingga tanpa terasa lajunya dua tahun aku bertahan untuk cintanya. Kubela dia tanpa harus peduli siapa dia. Kucintai dia tanpa harus bertanya apa alasannya. Bukankah cinta memang tak pernah butuh alasan??” ucapanmu membaur bersama hembusan angin yang menari dalam kering. Hening. Meski banyak yang ingin kukatakan, namun lidahku seolah keluh tak bergeming. Aku hanya memandangmu yang duduk disebelahku dengan kepala tertunduk, seolah ingin menghindari tatapan satu meterku.
Hujan pun perlahan mulai berhenti, tetapi tidak dengan potongan-potongan kecil pertanyaan yang masih menggantung dibibirku. Rasanya waktu begitu cepat  berlalu. Padahal aku masih ingin mengenalmu lebih jauh, mencari tau lebih banyak tentangmu. Tapi karena hujan sudah berhenti, kita berdua pun harus segera kembali. Dan mungkin tak akan pernah bersama lagi seperti saat ini.
Aku kembali duduk diboncenganmu, dengan tanganku yang masih menggengam erat pangkal jaketmu. Hanya sebatas itu, meski aku begitu ingin memeluk pinggangmu. Namun tidak ada alasan tepat bagiku untuk melakukan itu. Perjalanan yang kita tempuh tidak sesingkat yang aku pikirkan. Setidaknya ini lebih dari cukup untuk hari ini. Tapi entah mengapa, semakin mendekati tujuan, aku merasa semakin ada yang kurang. Jarum jam seolah berputar begitu kencang. Hingga sehari rasanya hanya sejam.
“Kamu baik-baik saja?” ujarmu memecah kebisuan. Dan kali ini kamu bertanya sambil berbalik menatap aku yang duduk diboncenganmu, hingga wajah kita nyaris bersentuhan. Aku terlonjak kaget dan berusaha menghindari wajahmu. Tapi belum juga aku sempat menjauhi punggungmu, laju motormu tiba-tiba direm paksa karena ada lubang yang luput dari penglihatanmu. Mungkin karena tadi kamu sempat berbalik menatap wajahku. Hingga tanpa bisa kucegah, tubuhku refleks merapat dipunggungmu dan tanganku tanpa sadar memeluk pinggangmu. Tapi sungguh, aku tidak sengaja melakukannya dan kamu pasti tau itu.
Entah mengapa kejadian beberapa detik itu membuat jantungku semakin berdebar tak karuan. Sementara kamu pun akhirnya lebih banyak diam. Dan perjalanan kita hampir menempuh jarak penghabisan. Aku dan kamu masih hanyut dalam keheningan.
                Apakah cinta itu bisa tumbuh hanya dalam sehari?
Kata orang, cinta tak bisa direncanakan. Kita bahkan tidak pernah tau pada siapa bunga cinta akan dijatuhkan. Pun tak bisa memaksa-maksakan perasaan. Karena cinta bisa datang kapan dan dimana saja. Tanpa pernah bisa kita duga.
                Cinta pun tak bisa dihindari. Sekalipun kita memaksa diri untuk lari sembunyi. Karena perasaan cinta itu alami. Dan kelak waktu yang bisa memastikannya sebagai perasaan abadi.
                Ini tentang sehari kita bersama.  Seolah ingin mengulur waktu lebih lama. Agar kita berdua masih bisa terus bersama. Menikmati canda dan tawa, juga saling berbagi kisah. Dan kita masih bisa saling memandang lebih lama. Karena setelah ini, segala yang terjadi mungkin hanya akan mengendap dalam memori. Karena setelah hari ini, semuanya akan kembali menjadi biasa, seolah tidak pernah ada rasa yang pernah tercipta.
Aku bahagia pernah mengenalmu. Dan mungkin aku telah jatuh cinta karena sehari bersamamu. Meski setelah hari ini, aku tak boleh jatuh cinta lagi. Karena cinta kita berdua adalah terlarang. Perbedaan keyakinan seolah menjadi jarak yang membentang. Dan sebelum jatuh terlalu dalam, sebaiknya perasaan ini kita redam.
Memang tak ada yang salah dengan cinta, karena dia bisa jatuh menimpa siapa saja. Bukan juga kesalahan kita yang terlahir dengan keyakinan yang berbeda. Karena semua yang terjadi adalah bagian dari kisah yang mewarnai perjalanan hidup setiap manusia.
Aku tidak pernah merencanakan melewati hari ini bersamamu. Aku juga tidak pernah merencanakan untuk jatuh cinta padamu. Semuanya terjadi begitu saja tanpa bisa kucegah. Padahal aku sudah tau kalau kita berbeda. Kini semuanya sudah terjadi. Waktu pun tak bisa diputar mundur lagi. Dan mencintaimu sehari... tak akan pernah kusesali ***